Assalamu'alaykum...

Seorang hamba yang fakir dan naif. Yang kini tengah merasakan beragam bentuk tarbiyah dari Allah swt. Ya, seorang itu adalah saya, Teguh Prasetyo Utomo, seorang pembelajar yang selalu terus belajar untuk menggapai ridho-Nya.

author
Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Film Alif Lam Mim (Action, Drama, Dakwah) - Silahkan Tonton dan Download Di Sini

Leave a Comment


Jika merujuk pada Al-Qur’an Alif Lam Mim merupakan satu diantara 14 huruf yang dinamakan dengan istilah “Huruf Muqaththa’ah”, ada 29 surat didalam Al-Qur’an yang diawali dengan huruf muqaththa’ah. Adapun Alif Lam Mim sendiri di dalam Al-Qur’an di ulang sebanyak 6 kali dengan menempati 6 surat yang berbeda-beda, 4 terdapat di dalam surat yang termasuk kategori surat makiyyah (yang diturunkan di Makkah) yaitu surat Al-Ankabut, Ar-Rum, Luqman, dan As-Sajdah, sedangkan 2 sisanya terdapat di dalam surat yang termasuk kategori surat madaniyyah (yang diturunkan di Madinah) yaitu Al-Baqarah dan Ali Imran.

Lalu bagaimana dengan film Alif Lam Mim (3) karya Anggy Umbara?

Sebelum film ini secara resmi dirilis serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 01 Oktober 2015 lalu, khususnya setelah trailer film ini dilaunching saya mencoba memperhatikan beberapa komentar baik dari media sosial maupun mendengar sendiri secara langsung, ternyata masih banyak orang yang beranggapan film Alif Lam Mim tidak akan jauh beda layaknya film The Raid Gareth Evans yang mengusung Silat sebagai background filmnya, bahkan lucunya ketika saya nonton film Alim Lam Mim di Bioskop persis orang disebelah saya bicara pada kawannya film ini seperti filmnya Barry Prima. Namun semestinya setelah kita selesai menonton film Alim Lam Mim semua pandangan yang saya sebutkan tadi secara otomatis akan berubah.

Walaupun sama-sama mengusung Silat sebagai latar belakang dari filmnya, saya kira The Raid dan Alif Lam Mim jelas sangat jauh berbeda. The Raid yang murni sebagai film Action, sedangkan Alif Lam Mim merupakan mix 3 genre (action, drama, dan religi), dengan umbara bersaudara yaitu Anggy Umbara, Bounty Umbara dan Fajar Umbara sebagai penulis naskah skenarionya (the real 3). Silat dalam film Alif Lam Mim selain digambarkan sebagai budaya bangsa juga menunjukkan suatu identitas religius, santri dan silat (pesantren dan silat) dua perpaduan yang menjadi bagian panjang sejarah bangsa Indonesia.

Jika kita menengok sejarah sebut saja nama Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Ontowiryo atau Pangeran Diponegoro, keduanya melibatkan santri dan kemampuan beladiri (silat) dalam perjuangannya melawan para penjajah, Tuanku Imam Bonjol yang terkenal dengan perang Padrinya di Sumatera Barat dan Pangeran Diponegoro dengan perang Jawanya. Bahkan banyak juga aliran silat yang lahir dan besar dilingkungan Pesantren.

Berangkat dari uraian di atas kiranya itulah yang akan menjadi fokus tulisan saya disini, lebih ingin mengupas apa saja kandungan nilai-nilai dakwah yang di sampaikan oleh Anggy Umbara melalui film Alif Lam Mim, dimana menurut saya Anggy dan Tim dibelakangnya telah berhasil menciptakan tren dakwah yang lain dari biasanya (baca: diluar mainstream), terlepas dari kekurangan dan kelebihan cara berdakwahnya ini saya secara pribadi sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Anggy Umbara bahkan sejak filmnya yang pertama (mama cake).

Film Ali Lam Mim (3) bercerita tentang pesahabatan Alif, Herlam dan Mimbo yang tumbuh besar dan menempa latihan silat bersama dilingkungan pesantren Al-Ikhlas pimpinan Kyai Mukhlis. Ketiga memiliki cita-cita yang berbeda, Alif ingin menjadi aparat penegak hukum mengabdi pada Negara menangkap semua penjahat dan pembunuh hal ini dilatar belangkangi oleh kejadian pembunuhan terhadap kedua orang tuanya, Herlam ingin menjadi Jurnalis agar dengan tulisan-tulisannya dia bisa menyampaikan kebenaran sedangkan Mimbo ingin tetap mengabdi di pesantren menyebarkan kebaikan melalui agama dan mati khusnul khatimah.

Setelah beberapa lama akhirnya Alif Lam dan Mim masing-masing dapat mewujudkan cita-citanya, Alif menjadi penegak hukum dan tergabung dalam pasukan elit Detasemen 38 : 80-83, Lam menjadi Jurnalis di Libernesia dan Mim menjadi ustadz di Pondok Pesantren Al-Ikhlas. Ada kesamaan dari ketiganya walaupun mereka berbeda profesi, mereka sama-sama menjunjung tinggi nilai idealisme dan saya kira Anggy selaku sutradara bermaksud menyandarkan idealisme itu pada nilai-nilai Islam sebagaimana yang saya bahas sebelumnya Alif Lam dan Mim tumbuh bersama di Pesantren, ini akan terbukti jika kita sudah menyaksikan filmnya.


Film Alif Lam Min sendiri bersetting Jakarta pada tahun 2036, tercatat sebagai film laga futuristik pertama di Indonesia. Sebagai orang yang awam akan bidang sinematografi , menurut saya usaha Anggy Umbara dalam menvisualkan imaginasinya tentang kondisi Jakarta pada tahun 2036 cukup mumpuni dan menarik perhatian, terlebih tentang gambaran Gadget dan teknologi yang digunakan oleh para pemainnya.

Pada tahun 2036 diceritakan Indonesia telah ada dalam kondisi damai, setelah sebelumnya terjadi rentetan peristiwa dan kekacauan yang ditimbulkan oleh kelompok radikal sorban merah dan sorban hitam hingga peristiwa pembumihangusan kelompok radikal tersebut oleh aparat penegak hukum, sampai akhirnya revolusi berakhir pada tahun 2026, pihak yang saling bertentangan akhirnya mencapai kesepakatan. Aparat Negara hanya diizinkan menggunakan peluru karet dalam memberantas kriminalitas dan pada saat inilah kemampuan beladiri dibutuhkan, para penegak hukum dan penjahat mempelajari seni ini untuk bertahan hidup.


Yang menarik dalam film Alif Lam Mim digambarkan pada tahun 2036, negara dan masyarakat kebanyakan telah menganut faham liberalisme. Agama mulai ditinggalkan dan dianggap kuno, agama dianggap memicu kekerasan dan menghalangi kebebasan, bahkan ritual ibadah seperti sholat menjadi bahan olok-olok, Islam yang tadinya mayoritas menjadi minoritas.

Jika dalam film pertamanya (Mama Cake) Anggy Umbara berdakwah tanpa banyak menonjolkan atribut keagamaan, dalam wawancaranya di salah satu media ketika membahas mengenai film “Mama Cake” Anggy sendiri mengatakan “film religi tidak harus melulu mengenai atribut”. Namun berbeda dengan film Mama Cake, menurut pandangan saya dalam film Alif Lam Mim Anggy sangat menonjolkan Atribut keagamaan bahkan menjadikan Islam menjadi subjek pembahasan dalam content filmnya.

Detasemen 38 : 80-83 adalah tempat Alif bernaung sebagai pasukan elit dibawah pimpinan Kolonel Mason. Ya Detasemen 38 : 80-83 adakah yang aneh dengan angka tersebut mengapa harus 38 : 80-83? Sebagai ciri khas dari setiap film Anggy yang selalu menyisipkan angka-angka dengan maksud dan tujuan tertentu. saya kira inilah rahasianya, angka 38 : 80-83 merujuk pada surat ke 38 dalam al-Qur’an yaitu surat Shad ayat 80-83. “Allah berfirman: Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan harinya (hari kiamat), Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis diantara mereka”. (QS 38 : 80-83).


Empat ayat al-Qur’an dalam surat Shad tersebut menerangkan tentang dialog Iblis dengan Allah SWT, agar mereka dihidupkan hingga hari kiamat dengan tujuan untuk menyesatkan anak keturunan Adam yang pada gilirannya menemani iblis di neraka jahanam. Ini sesuai dengan sebuah adegan yang tanpa diduga dimana ketika Alif diracuni di sebuah restoran, muncul tokoh misterius yang diperankan oleh Tanta Ginting dan ternyata dia adalah orang yang ada dibalik setiap keputusan yang diambil oleh Kolonel Mason. Dalam salah satu dialognya dia berkata pada Alif  “Pasti kamu berpendapat kami ini Iblis Lif, membuat perang dan kekacauan membunuhi semua orang. Kami memang Iblis Lif, kehadiran kami ini diperlukan karena hal buruk itu perlu untuk menciptaksebetulan kebaikan, kamilah yang mengendalikan”

Merekalah yang menciptakan kekacauan dan mereka jugalah yang muncul sebagai penyelesainya itulah Detasemen 38 : 80-83 dalam film Alif Lam Mim, mungkin berdasarkan surat shad ayat 80-83 itu jugalah tokoh pimpinan pesantren Al-Ikhlas yang ahli dalam bidang botani dan kedokteran oleh Anggy diberi nama Kyai Mukhlis, pesantren Al-Ikhlas pimpinan Kyia Mukhlis telah berhasil mewujudkan lingkungan yang Rahmatan lil alamin dimana di lingkungan pesantren tersebut semua mazhab berkumpul hidup berdampingan dengan mengedepankan toleransi. Oleh karena itulah akhirnya sebuah konspirasi diciptakan oleh Detasemen 38 : 80-83 untuk menjadikan Kyai Mukhlis sebagai tersangka teroris.

Dalam film ini jika diperhatikan banyak sekali unsur ajaran Islam yang disisipkan oleh Anggy dalam setiap adegannya, namun berkat kelihaian Anggy dalam mengemasnya film ini jauh dari kesan menceramahi atau bahkan mendakwahi. Misalnya kata salam yang menjadi ciri khas orang Islam “Assalamualikum” sepanjang film ini akan banyak kita temui, dan masih banyak lagi ajaran Islam serta dialog-dialog cerdas berkualitas yang kental akan kritik sosial ciri khas Umbara bersaudara kita temui dalam film ini jika kita sudah menyaksikannya. Menarik untuk kita renungi ketika Anggy menutup film ini dengan sebuah Hadits, “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu”. 


Pada akhirnya saya dapat kesimpulan bahwa film Alif Lam Mim karya Anggay Umbara ini merupakan pengejewantahan dari Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 54, “Mereka orang-orang Kafir itu membuat makar, dan Allah membalas makar mereka. Dan Allah lah sebaik-baiknya pembuat makar”. Dan surat At-Tariq ayat 15 & 16, “Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun merencanakan tipu daya pula dengan sebenar-benarnya”. Wallahu A’lam

Mau lihat filmnya? Sumonggo,,, ini dia...



Kalau mau download, bisa dengan klik link INI atau INI atau INI
Read More

Senandung Ukhuwah, Persaudaraan Hingga ke Syurga-Nya

Leave a Comment

Di awal kita bersua
Mencoba untuk saling memahami
Keping-keping di hati
terajut dengan indah
Rasakan persaudaraan kita

Dan masa pun silih berganti
Ukhuwah dan amanah tertunaikan
Berpeluh suka dan duka
kita jalani semua
semata mata harapkan ridhoNYA

Sahabat tibalah masanya
Bersua pasti ada berpisah
Bila nanti kita jauh berpisah
Jadikan rhobitoh pengikatnya
jadikan doa ekspresi rindu
Semoga kita bersua di syurga

Read More

Long Life Education - Sekelumit Kisah Sukses Mas Joko

Leave a Comment

Long life education, pendidikan sepanjang hayat atau dalam bahasa yang lebih mudah; belajar seumur hidup. Konsep modern yang ditemukan ahir-ahir ini sangat relevan dengan perintah Rasulullah Muhammad SAW 15 abad yang lalu. Ya, pada saat itu Rasulullah Muhammad SAW  telah bersabda,

أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلىَ اللَّهْدِ

yang artinya "Tuntulah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat", atau kalau dalam bahasa Sunda dikatakan "ti mimiti di eyong nepi ka disedong", Dan lebih jauh lagi, ada pula sebuah hadits yang mengatakan "Tholabul ilmi fariidotun ‘ala kulli muslimin wa muslimat" Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dan masih banyak lagi dalil baik dari Al-Qur'an ataupun Al-Hadist yang menunjukkan betapa pentingnya menuntut ilmu itu. Allah SWT menjanjikan kedudukan yang sangat tinggi bagi orang-orang yang berilmu dan beriman. (QS. Al-Mujadilah ayat 11)

Maka, tiada lagi alasan untuk tidak belajar selama kita masih bisa menghela napas, kita harus terus belajar selama denyut nadi, dtak jantung, aliran darah serta hidupnya pikiran masih ada dalam diri kita. Belajar apapun tanpa terkecuali. Selama apa-apa yang kita pelajari itu akan membawa kemanfaatan bagi sesama manusia, juga membawa kita menuju kepada kerihoan Allah SWT.

Tidak mesti belajar pada lembaga pendidikan formal. Belajar bisa dilakukan di manapun dan kapanpun. Karena begitu banyak hal yang kita bisa pelajari setiap harinya dari setiap apa yang kita lihat, kita alami, kita pikirkan... "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Ali Imran (3) ayat 190-191)

Ada sebuah cerita, kakak sepupu saya yang bernama Joko Susilo Mujiono, yang mana beliau saat ini (alhamdulillah..) tengah berada di puncak kesuksesannya sebagai seorang pengusaha. Ya, beliau sekarang tengah sukses sebagai seorang enterpreuner muda di bidang konstruksi bangunan, khusunya di bidang GRC Precast Panels di kota Padang Sumatra Barat. Di usia yang masih muda beliau berhasil mendirikan perusahaan yang bernama CV. Putra Mandiri.

Mas Joko dengan salah satu proyek GRC nya.
Yang akan saya bahas di sini bukan pada kondisi kesuksesan yang saat ini tengah beliau raih. Akan tetapi adalah bagaimana beliau bisa meraih itu semua. Saya sangat tahu karena beliau adalah kakak saya, anak satu-satunya dari Bu De saya. Mas Joko bukanlah lulusan Teknik Arsitektur dari ITB, atau bukan pula anak orang kaya yang mempunyai moda usaha yang besar. Mas Joko adalah sebagaimana saya dan keluarga saya yang lain yang mana kami semua adalah dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi. Mas Joko hanya lulusan SD yang pernah "sedikit" mencicipi sekolah di bangku SMP namun keluar karena ketiadaan biaya.

Akan tetapi apakah lantas beliau tidak pernah belajar? Tidak. Sama sekali tidak. Justru beliau terus belajar berbagai macam pengetahuan yang beliau dapatkan. Mulai dari bahasa inggris, ilmu komputer, ilmu elektronik, ilmu-limu rancang bagun, dan terutama motivasi-motivasi untuk berwira usaha. Pertanyaan selanjutnya, lantas dari mana beliau belajar itu semua?

Maka, jawaban atas pertanyaan itulah yang akan membuat kita "geleng-geleng kepala" sembari berdecak kagum. Ya, beliau belajar dari buku-buku yang selalu beliau baca dan beliau pelajari. Buku-buku itu beliau beli dari sebagian hasil kerja beliau selepas keluar dari sekolah. Kerja apa? Ini pula yang menjadikan kita "tidak percaya" lagi. Ya, beliau dulunya adalah seorang pemulung, ya benar pemulung. Ya dari hasil mulung itulah beliau membeli buku-buku yang beliau gunakan untuk belajar. Pernah juga menjadi kuli bangunan, buruh, sales dan hampir semua pekernyaan "rendah" pernah beliau kerjakan. Semua yang beliau raih saat ini adalah hasil dari kerja keras, doa, dan usaha beliau untuk selalu belajar dari manapun.

Saat ini beliau sudah memiliki lebih dari 40 karyawan. Kehidupan beliau secara ekonomi sudah sangat mapan, punya mobil, tanah, motor serta kehidupan keluarga yang harmonis. Dan yang paling mengangumkan dari beliau adalah setelah semua yang beliau raih saat ini ada di tangan, beliau tiada pernah berhenti untuk belajar. Saat ini beliau belajar menghafal Al-Qur'an. Subhanallah... Beliau belajar Tahfidzul Qur'an dari mp3 murotal yang beliau selalu dengarkan, kemudian setelah hafal beliau setorkan hafalan beliau untuk ditashih oleh salah seorang Kyai di kampung saya, Kyai Munawir Al-Hafidz via telepon (karena Mas Joko berada di Padang Sumatra Barat, sedang Pak Kyai Munawir ada di kampung saya di Grobogan jawa Tengah).

Inilah sekelumit kisah sukses nan inspiratif dari seorang yang selalu belajar tanpa kenal bosan. Terus belajar bahkan di saat dia sudah meraih puncak kesuksesannya. Maka benarlah firman Allah swt dalam QS Al-Mujadillah ayat 11.

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا قيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَ إِذا قيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ الَّذينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجاتٍ وَ اللَّهُ بِما تَعْمَلُونَ خَبيرٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu berlapang-lapanglah pada majlis-majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan melapangkan bagi kamu. Dan jika dikatakan kepada kamu ; Berdirilah !, maka berdirilah Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang~rang yang diberi ilmu beberapa derajat ; Dan Allah dengan apapun yang kamu kerjakan adalah Maha Mengetahui."
Read More

Undangan Pernikahan

Leave a Comment


Ceritanya.. langsung saja mulai dengan gambar undangan nikah. Ya, betul,,, undangan nikah.. bukan undangan (ngajak untuk) nikah, tapi undangan dari teman yang akan melakukan akad nikah. Yang ceritanya adalah malam ini ba'da Isya tadi dia, temanku, bahkan sahabatku, teman sekamar sejak di panti asuhan, hingga tinggal di sebuah rumah di daerah Plemburan Nganglik, Sleman.


Alhamdulillah, sangat bahagia rasanya ketika temanmu memberikanmu undangan pernikahan. Apalagi aku juga tahu, memang dia sudah saatnya membangun keluarga. Dan aku yakin, insya Allah istrinya pun seorang yang sholihah. Dan ketika dia mengantarkan undangannya kepadaku, terasa sangat bahagia, sembari berdoa semoga akupun lekas bisa pula untuk segera "menyusul" dia untuk mendapatkan pelabuhan terahir hatiku ini. Ehm...


Karena saat ini diapun insya Allah sudah mendapatkan pelabuhan terahir cintanya. "Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari mereka maupun apa2 yang mereka tidak ketahui." (Q.S. Yaasiin: 37)


Akad nikah akan dilaksanakan hari Ahad besok (tgl 15 Februari 2015). Dan semoga, "barokallahulaka wabaroka'alaika wajama'a baynakuma fi khoir."
Read More

Kembali Menulis

Leave a Comment
Hmmmm setelah hampir setahun tidak menulis, hari ini saya ingin menuliskan tentang sesuatu. Ya... sekedar menulis saja. Mengenang saat-saat masih tinggal di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhu'afa Al-Azhar Kulon Progo. Rasanya sudah lama sekali pergi dari sana. Rindu, dendam, kenangan, hmmmmm...... semoga dalam waktu dekat ini bisa ziarah ke sana, bersilaturrahim dengan ibu, bapak, dan adik2 di sana. :)

Sisipan, foto semasa masih tinggal di panti asuhan
Read More

Bungong Jeumpa

Leave a Comment


Bungong Jeumpa yang secara bahasa berarti Bunga Cempaka... Ya, lagu inilah yang ahir-ahir ini sering diputar pada saat jam istirahat di sekolahku. Awalnya terasa sangat asing ku dengar. Tapi ternyata semakin sering ku mendengarnya, semakin pula aku bisa menikmati keindahan di setiap nada dan liriknya. Syairnya terasa begitu indah dan sangat bermakna.

Hmmmm...

"Bungong jeumpa, bungong jeumpa meugah di Aceh …
Bungong teuleubeh-teuleubeh indah lagoina
Bungong jeumpa, bungong jeumpa meugah di Aceh …
Bungong teuleubeh-teuleubeh indah lagoina

Puteh kuneng, meujampu mirah
Bungong si ulah, si ulah indah lagoina
Puteh kuneng, meujampu mirah
Bungong si ulah, si ulah indah lagoina

Lam sinar buleun, lam sinar buleun angen peu ayon ..
Duroh meususon , meususon yang mala mala
Lam sinar buleun, lam sinar buleun angen peu ayon ..
Duroh meususon, meususon yang mala mala

Mangat that mubee, meunyo tatem com
Leumpah that harom si bungong, bungong jeumpa
Mangat that mubee, meunyo tatem com
Leumpah that harom si bungong, bungong jeumpa"


Dan ternyata hati ini semakin tersentuh setelah aku mencari-cari makna bait-bait syair dalam lagu tersebut. Di dalamnya terdapat keindahan, dalamnya makna, serta sebuah sisi halus yang entah terkesan seperti apa yang aku sendiripun tak tahu cara mengungkapkannya. Dan inilah makna dari lagu Bungong Jeumpa yang teramat indah dan "halus" itu..

Bunga Cempaka, Bunga Cempaka terkenal di Aceh
Bunga yang sangat indah rupanya
Bunga Cempaka, Bunga Cempaka terkenal di Aceh
Bunga yang sangat indah rupanya

Putih kuning, bercampur merah
Mekar sekuntum, sekuntum indah rupawan
Putih kuning, bercampur merah
Mekar sekuntum, sekuntum indah rupawan

Dalam sinar bulan, dalam sinar bulan angin ayunkan..
Gugur bersusun, bersusun, yang sudah layu
Dalam sinar bulan, dalam sinar bulan angin ayunkan..
Gugur bersusun, bersusun, yang sudah layu

Harum baunya kalau dicium
Alangkah harum si bunga, bunga cempaka
Harum baunya kalau dicium
Alangkah harum si bunga, bunga cempaka.


Sahabat, begitu indah bukan?

Yogyakarta, Rabu/29 Mei 2013 at 02.38 PM
Read More

Inspirasi Itu Ada Di Sekitar Kita

Leave a Comment

Hmmm.. "INSPIRASI". Ya, Inspirasi. Itulah kata yang sering kali kita dengar dan kita ucapkan. Akan tetapi mungkin pula di antara kita tidak semua tahu apa itu inspirasi, seperti apa itu inspirasi, dan bagaimana itu inspirasi.

Menarik memang ketika kita membicarakan tentang inspirasi. Teringat semalam ketika seorang teman meminta saya untuk mengajarinya membuat sebuah blog. Ketika blog tersebut sudah jadi ternyata dia masih bingung dengan apa yang hendak dia tuliskan di blog-nya tersebut. Alasannya klasik, "Bingung mau nulis apa, tak punya inspirasi".

Kenapa harus bingung? Bukankah inspirasi itu begitu banyak di sekitar kita? Bahkan ketika melihat dia yang bingung mencari inspirasi pun bisa menjadi inspirasi buat saya untuk menulis tulisan ini. Inilah yang sebenarnya harus lebih kita pahami. Sebagai seorang muslim, tiada kata "Tiada inspirasi" buat kita. Hilangkan kata tersebut dari kamus kehidupan kita. karena Allah Swt sendirilah yang menjanjikan kepada kita, bahwa setiap apa yang ada di bumi, semua yang terlukis di langit, dan setiap yang ada di jagat raya ini adalah sumber inspirasi buat kita. "Inna fi khalqis samawati wal ardli wakhtilafilayli wannahari laayatalliulil albab_Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi serta di dalam perantian siang dan malam terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah Swt) bagi orang-orang yang berpikir." (Al-Qur'an surat Ali Imron ayat 190).

Inilah fakta nyata yang ada, bahwa semua yang ada di dunia ini, setiap apa yang terjadi di semesta ini adalah sumber inspirasi bagi kita. Tiada lagi kalimat "Tak ada inspirasi" bagi kita. Bahkan dalam sebuah hadistnya, Rosulullah Saw menyebutkan bahwa hikmah adalah kepunyaan kita kaum mukminin. Dan di manapun kita berada jika menemukan hikmah tersebut ambillah. Karena itu adalah milik kita. Inilah yang harus kita kerjakan, HIDUP YANG PENUH AKSI DAN FULL INSPIRASI.

Yogyakarta, Selasa/28 Mei 2013 at 8.30 AM.
Read More
Previous PostOlder Posts Home

Translate